pasar malam sekaten


Postingan ini memang sudah tertulis di pikiran, sayangnya tidak ada media pelengkap, membuatku mengulur-ulur waktu buat menulis…tapi akhirnya ada seorang teman memunculkan media pelengkap di salah satu situs jejaring sosial paling digemari (halahhh..bilang aja Facebook) dan bersedia berbagi video nya di blog ini… ^^

Beberapa hari yang lalu, hari kamis, aku dan 4 orang temanku, fimma, ninunk, pram, dan rani, akhirnya berhasil menyempatkan waktu (sok sibuk banget pokoknya.. ;p) dateng ke sekaten, tepat di malam terakhir sebelum acara Grebeg esok harinya.

Sekaten adalah salah satu pasar malam yang diadakan setahun sekali di Jogja dalam rangka menyambut Maulud Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini sudah ada sejak jaman dahulu kala, jauh sebelum aku bisa mengingat pertama kali ke sekaten. Sekaten ini dulunya selain dimaksudkan buat menyambut Maulud, juga ditujukan untuk Syiar Agama Islam, namum berkembangnya jaman..akhirnya jadi suatu tradisi rutin yang diadakan di Jogja setiap setahun sekali setiap menjelang Maulud, dan dinikmati oleh masyarakat Jogja sebagai suatu hiburan rakyat. Aku tidak begitu tahu tentang sejarah pasti dan perubahan-perubahannya..jadi untuk posting kali ini hanya sekedar itu infonya, dan kita beralih ke isi pasar malamnya saja.. ^^

Pasar malam ini memang tempatnya masyarakat Jogja mencari hiburan…ramai padat oleh orang-orang yang sekedar berjalan-jalan menikmati keramaian, maupun yang benar-benar menikmati atraksi yang ditawarkan..

Malam itu, kami datang ketika jam sudah menunjukkan pukul 8, karna satu dan lain hal.. ^^ Kawasan alun-alun utara tempat diselenggarakan Sekaten hanya menampakkan sedikit genangan air, bekas hujan sore hari..padahal dalam perjalanan ke Sekaten, aku dan 2 orang teman sudah berpikir untuk membatalakan acara jalan-jalan tersebut, karena hujan deras. Tapi ternyata di wilayah alun-alun terang benderang…tidak ada tanda-tanda akan hujan sama sekali… Orang-orang bilang, itu karena ‘pawang udan’ keraton yang hebat.. hehe mau percaya atau tidak, itu terserah aja…yang pasti malam itu memang tidak hujan sama sekali..

Masuk ke tengah-tengah keramaian, kami sempat hanya berputar-putar, tidak tahu mau melakukan apa..hanya melihat-lihat ramainya..

Akhirnya kami sampai di suatu permainan “Ombak Banyu”. Permainan ini untuk mudahnya berbentuk seperti “Topi Meksiko” di Dufan, tapi dengan arah duduk di tepi lingkaran menghadap ke pusat lingkaran. Gerakannya pun seperti “Topi Meksiko” yang berputar naik dan turun. Tapi yang membuat permainan ini berbeda dan menarik, permainan ini tidak digerakkan oleh tenaga mesin…tapi digerakkan  oleh tenaga manusia. Beberapa laki-laki berlari memutar, untuk memutar permainan, dan untuk membuatnya naik dan turun, mereka bergelantungan agar timbul beban yang berbeda. Permainan yang sangat menarik untuk penumpangnya, maupun untuk para penonton yang menyaksikan para laki-laki itu bergelantungan dan beratraksi.

Pertama melihatnya, kami melewatinya, dan memutuskan untuk berjalan-jalan dulu…

Akhirnya, kami berhenti dan mencoba permainan versi mini ‘Kora-Kora’ di Dufan dengan membayar Rp 5000,- saja. Tapi jangan salahhhh..permainan ini tidak kalah membuat darah berdesir dan tertawa penumpang-penumpangnya, bahkan ada yang berteriak karna takut. Dan  yang membuat lebih kagum lagi, seperti permainan ‘Ombak Banyu’, permainan ini juga memakai tenaga manusia untuk mengayun perahunya..benar-benar seperti mendorong ayunan, tapi dari samping, dan dilakukan oleh satu orang. Permainan ini hanya diberi bantuan sedikit oleh mesin, ketika menghentikan perahunya secara bertahap, meski peran tenaga manusia nya juga ikut membantu menghentikan. Jadi, bisa dibayangkan, bagaimana berototnya petugas-petugasnya.. hahahaha

Sudah mulai panas, kamipun mencoba permainan ‘Ombak Banyu’ yang bikin penasaran itu… Inilah video dari seorang teman, Maulin Ni’am, yang telah berbaik hati memperbolehkan video nya dipakai untuk menunjukkan kehebatan dan kedahsyatan permainan ‘Ombak Banyu’ ini.. ^^   silahkan klik di bawah ini..

Ombak Banyu – Sekaten, Jogja

Malam itu kami, juga mencoba Flying Fox, permainan yang tergolong baru untuk sekaten… Ninunk, fimma, dan rani bahkan juga mencoba trampolin.. Acara bermain malam itu dilengakapi dengan minum ronde dan jagung bakar.. Rasanya tidak rugi untuk berkunjung ke Sekaten lagi tahun depan.. ^^

NB: gimana sih caranya nampilin video langsung, bukan cuma link??? hehehe



Leave a Reply