Archive for May, 2009

::batasan selingkuh::

Author: amber
05 20th, 2009

Malam ini sebenarnya sama aja kayak malam-malam yang lain, tapi nggak tau kenapa, tiba-tiba muncul pikiran untuk membahas masalah batasan selingkuh dan kesetiaan.

Ini bukan topic yang baru, dan aku pernah membahas ini dengan seorang teman sebelumnya.

Topic ini berawal dari satu judul film, serendipity. Film yang sempat bikin aku mikir, sebenarnya kita itu bermain bersama takdir, dipermainkan oleh takdir, atau menjadikan takdir sebagai alas an??? Hehehe

Dari situ, lanjut jadi membahas tentang kebrengsekan yang terjadi di sekitar kita. Ya memang, banyak yang terjadi, sampai-sampai muncul sebuah pernyataan dari mereka sendiri: “Temen-temennya amber itu emang cuma ada 3 macem, brengsek, bangsat dan sampah”

Alasan rinci kenapa pernyataan itu bisa dibuat mungkin nggak etis buat diungkapkan lah, yang pasti dari situ pembicaraan jadi berkembang ke arah batasan selingkuh.

Aku tanya ama temenku itu, “benernya batasan selingkuh itu apa sih?”

Dan temenku itu tanya balik ke aku, “menurutmu?”.

Ya aku jawab, “aku nggak tau juga, bingung. Kalo misalnya ngajak pegi ce lain padahal pacarnya di rumah nganggur, selingkuh g? kalo sms bisa diitung selingkuh jg g?”

Waktu itu temenku jawab, kalo ngajak pegi cewek lain dengan alasan yang jelas, tidak berbohong, ya nggak bisa dianggep selingkuh (waktu itu aku sempet tanya: walaupun ce nya dianggurin di rumah???), jadi intinya menurut temenku, selama nggak berbohong, itu dianggep nggak selingkuh.

Itu jawaban pertama.

Jawaban pertanyaan yang kedua adalah tergantung isi dari sms nya, “menjurus” ato tidak.

Waktu itu aku balik tanya, “kalau misalnya isinya ‘kamu lg ngapz, aku kangen nih..’ dan itu dikirimkan ke ce lain yang bukan pacarnya, selingkuh bukan?”

Temenku jawab, “ya kalo menjurus, ya brarti selingkuh lahhh!!”

Aku balik jawab lagi, “Lha tapi kan kalo dari sms kan kita susah menentukan maksud, bisa aja itu sms becanda biasa…susah bedainnya kan???!” dan temanku menjawab: “boleh deh kalo kayak gitu, bukan selingkuh…”

Hahaha

Dari situ bisa diliat kalo ternyata susah juga ya mengartikan batasan selingkuh itu gimana, mungkin balik lagi ke masing-masing orang gimana memegang kesetiaan itu. Karena setiap orang punya batasan dan cara pandang yang berbeda untuk yang satu ini.

Yang pasti dari “From Bandung with Love”,

Kita semua pun pernah merasa dikhianati dan mengkhianati

Setia dan tidak setia

Kita semua pernah merasakan cinta yang membawa kita ke tempat

tertinggi

Kita lalu merasakan yang namanya terjatuh karna kesalahan kita

sendiri

Kita tidak mati…tapi lukanya membuat kita tidak bisa berjalan

seperti dulu lagi

Dan masih dari “From Bandung with Love”,

Dan demikianlah semuanya harus terjadi, karna memang harus

terjadi.

Hidup ini terus berlanjut

Film yang udah lumayan lama released, yang bagus banget buat ditonton (sampai-sampai malam ini untuk kesekian kalinya aku tonton), yang bisa bikin kita (ato mungkin cuma aku aja ya??? Hehe) berpikir banyak tentang arti setia, mengkhianati, dan dikhianati, dan di sini juga kita bakal menemukan orang yang udah dikhianatin bilang sama pacarnya “mungkin cowok itu kasih apa yang nggak bisa kau kasih…”

Hmmm…

Topik yang berat tentang sebuah batasan…nggak akan habis dibahas dalam semalam…

Jadi seperti kataku tadi, tergantung masing-masing dalam menentukan batasan. Mungkin selama masing-masing dari kedua belah pihak tidak merasa dikhianati ataupun dirugikan, berarti masih dianggap setia kali ya…

hehe

Oya, jawaban dari temenku yang paling menyebalkan adalah: “makanya sana pacaran, biar tahu…!!! Hihihihihi”

Aku jawab aja: “Aminnnn….ntar deh aku pacaran….”

Uhhh…dasar…



—mencoba mengenali—

Author: amber
05 4th, 2009

pertama…

hanya asap yang aku lihat…
berputar mengelilingimu…
kedua…

ketiga…

bahkan keempat…
sama..
masih asap yang sama..
susah aku melihatmu lebih jelas…

tapi…
entah pertemuan keberapakah itu?
asap itu mulai menghilang…

sedikit demi sedikit, aku mulai jelas melihatmu…
ternyata banyak yang tidak aku sadari sebelumnya..
ada yang tidak aku lihat sebelumnya..
dan aku mulai melihat lebih jelas tentangmu..

sayang…asap itu datang lagi…

sosokmu mulai memudar…
aku susah mengenalimu lagi..

sepertinya sudah habis kesabaranmu…
sudah habis sabarmu memberiku waktu…
dan kau putuskan untuk membakar rokok itu lagi..
hingga asapnya menyelubungimu…dan aku tak mengenalimu lagi…