Archive for January, 2009

01 28th, 2009

Seorang teman baru saja bercerita ke aku kalau dia habis bermimpi…mimpi tentang sesuatu yang belum atau mungkin tidak akan terjadi…(kita nggak pernah tau..)

Mimpi yang terjadi tanpa direncanakan itu ternyata mau tidak mau membuat dia bertanya-tanya…

“Amber, apa ya maksud mimpi itu?”

Obrolan tentang mimpi ini membuat kami ingat obrolan yang sama di lain waktu, di Bangka…dengan seorang teman, untuk menyamarkan lelah berjalan jauh…(jadi ini ada 3 orang yang ngobrol ya… :p)

Obrolan dimulai ketika aku bertanya: Sebenernya mimpi tuh bisa dipercaya ato cuma sekedar bunga tidur?” kurang lebih begitulah pembuka obrolan itu…

Kenapa mimpi bisa jadi bahan omongan??? hehe ini karena ada seorang teman yang lain (jangan terlalu dibikin pusing ya bacanya..pokoknya ada yang membahas ini juga sebelumnya.. hehe) yang hbs bermimpi dan menceritakan mimpinya ke aku…

Dan teman yang aku tanyai itu menjawab (maap kalo ada yang salah inget ya…):

sebenernya, ada 2 macem mimpi…yang pertama adalah memiliki makna, dan yang kedua adalah bener-bener cuma bunga tidur…

Mimpi yang memiliki makna sendiri bisa dibagi lagi menjadi 3, yang pertama adalah pertanda, yang kedua adalah keinginan dari hati kita (mengharapkan sesuatu dengan sangat…) yang kadang di bawah sadar, dan yang terakhir adalah pesan yang ingin disampaikan orang yang kita impikan ke kita…

Ketika temanku itu menjawab begitu, muncul lah kebingungan, dan dia menjelaskan lebih rinci lagi…

  1. Tentang mimpi pertanda, mimpi ini yang biasanya dikenal luas dengan simbol2 tertentu, misalnya ular, air, gigi tanggal, dsb…
  2. Tentang mimpi keinginan dari dalam hati, temanku itu mencontohkan ketika dia punya keinginan yang begitu besar buat minta maaf dengan seseorang, maka keinginan itu akhirnya menjadi sebuah mimpi, dan itu cukup melegakan buat dia, karna dia sudah tidak bisa minta maaf secara langsung, bertatap muka..
  3. Tentang mimpi yang merupakan pesan dari orang yang kita impikan, dia mengatakan kalau itu mungkin saja terjadi, ketika ada seseorang yang begitu berkeinginan mengatakan sesuatu ke kita dan memikirkan kita terus-menerus, maka pesan itu mungkin saja bisa tersampaikan ke kita lewat mimpi.

Waktu itu, aku dan temenku tu bertanya lagi: “trus gimana kita membedakan masing-masing mimpi itu???”

Temenku itu cuma bilang: “nah..itu yang susah…mungkin kita bisa mencoba mencermati satu-satu mimpi kita dengan mencatat mimpi yang baru kita dapet..nanti kita bakal tau polanya, ketika kita mimpi ini, itu karna apa?? karna pertanda akan terajdi sesuatu, karna kita ingin sesuatu, atau karna ada orang lain yang menyampaikan maksudnya untuk kita…. Cuma itu yang aku tau… Tapi mungkin cara yang lebih mudah adalah, percaya aja sama kata hatimu…”

Waktu itu aku sempet tanya: “Bagaimana kalau kita salah membaca apa kata hati kita…atau bagaimana kalau hati kita nggak menjawab yang sebenrnya???”

Tentang pertanyaan pertamaku dy menjawab: “nah..itu yang perlu kita latih dan dipertajam…memahami apa kata hati kita….”

Dan untuk pertanyaan kedua, sambil tersenyum dia menjawab: “maksudmu kamu nggak percaya kata hatimu??? hehe kalau kamu sudah tidak percaya dengan kata hatimu, lalu apalagi yang bisa kamu percayai???”

Hehehe

Obrolan lama yang ternyata aku ma temenku masih ingat…dan ternyata bisa menjawab pertanyaan ku ma dia…

Makasih ya atas obrolan menariknya, Nunk…Am… :) )



Malam sudah semakin larut..jam sudah menunjukkan pukul 9…

Tapi pertemuan ini baru akan dimulai…

obrolan ini dimulai setelah semua menentukan pesanan masing-masing…

Diawali oleh seorang teman yang berkata sambil tertawa:

“Ngapain kita nih?? Mau melakukan bincang-bincang kehidupan??”

dan ditanggapi oleh teman yang lain:

“Ehh..kita maenan aja… Truth or Dare… Gmn??”

Semula kami tidak mau…tapi karna pengaruh temanku itu…akhirnya kami setuju…

Tapi yg kami tidak sadari, 2 temanku sudah mengubah permainan itu dari Truth or Dare menjadi Truth or Truth…tidak ada pilihan lain, selain kebenaran…

hehehe

Pernakah kalian memainkannya???

Apa yang terjadi kemudian…???

Yang terjadi memang tak pernah terbayangkan sebelumnya…

Tapi jangan berpikir kalau akhirnya adalah kekacuan…yang terjadi adalah kepercayaan yang diberikan, pengakuan yang terungkap, dan permasalahan yang terselesaikan…

Akhir memang tergantung dari peserta permainan ini..kalian yang menentukannya…

Jadi..pernahkah kalian memainkannya???

Beranikah memainkannya???



01 1st, 2009

okay…pertama Met Tahun Baru semuanya….

semoga tahun ini akan memberikan kebahagiaan yang lebih banyak buat kita…

pertanyaan utama hari ini: Taon baruan di mana?? ke mana?? ma sapa??

Tahun ini..sama seperti tahun lalu…menikmati tahun baru di jogja bareng temen-temenku…masih dengan orang yang sama….yang kata orang merupakan kumpulan orang aneh… (hehehe kita terima..kita anggep pujian…nggak akan dibahas sekarang…), cuma dengan 3 orang yang hilang…tapi ketambahan 1 orang kalo dibanding tahun lalu…

rute pertama: amplaz…hehe ya kita malah nonton Madagaskar 2…

baru setelah itu dilanjutkan dengan jalan2 liat kembang api dari amplaz sampai malioboro…

dan diakhiri sholat isya’ di Masjid Syuhada’… hehehe

dan memang rame sekali sepanjang jalan…penuh banget…macet…

tapi tetep menyenangkan…cuma satu aja yang disayangkan…mas aank nggak siap ma kameranya…

Siang ini aku nemu postingan bagus diblog temenku, ni’am….

http://maulinniam.wordpress.com/2008/09/25/akal-vs-hati/#comment-27

bisa kalian baca sendiri…

ya sesuai judulnya: AKAL VS HATI

tentang ini..aku juga pernah bahas dengan seorang temanku…

tapi dia lebih suka menyebut AKAL sebagai LOGIKA…

dari obrolan itu juga disimpulkan…Logika nggak pernah sejalan dengan Hati…seringkali berlawanan…

Dua pertempuran yang selalu terjadi di dalam diri kita..yang mencoba memenangkan untuk membuat keputusan untuk kita…

Apa yang harus dilakukan?? Memenangkan Hati atau Logika kita?? ato istilahnya temenku itu: Mo maen Hati ato maen Logika??? hehehe

Itu terserah kita…mau memilih yang mana?? Yang pasti keduanya tidak pernah berdamai…berkompromi mungkin masih bisa…tapi berdamai, sepertinya nggak bisa…

Dua-duanya, seperti yang ni’am bilang..memiliki pertimbangan dan resiko sendiri-sendiri…itu yang jadi pertimbangan kita memutuskan sesuatu…

Kalimat yang kena banget di postingan itu menurutku adalah

Hanya menjadi manusia pemimpi yang tak pernah berani menghadapi kenyataan. Bila keputusan itu yang diambil, aku bersumpah aku akan menghantui dengan perasaan bersalah selama hidupnya. dan aku akan terus membayanginya meski ia telah menemukan orang lain sebagai teman hidupnya !!!

tentang Hati yang mengatakan pada Akal, bahwa lebih baik mengambil sikap dan menerima sakit hati dan segala resikonya, daripada munafik, bersembunyi dalam persahabatan…

meski begitu dalam postingan nya, ni’am juga bilang, kita nggak mungkin meninggalkan akal

Akal : Kalau tuan membunuhku dan memutuskan untuk tidak menggunakan aku lagi, lalu apa yang bisa membedakan tuan dengan makhluk lain ?

hehehe

bagus banget penggambarannya…

bacaan yang bagus di awal tahun…

so, apa yang sering kamu pilih: “Maen Hati” ato “Maen Logika” ???